Tanah Waqaf Masjid di Klaim, Habib Ali Ausath Bin Yahya Siapkan Langkah Hukum - Mahasiswa Asysyahadatain

Terbaru

Kamis, 17 Januari 2019

Tanah Waqaf Masjid di Klaim, Habib Ali Ausath Bin Yahya Siapkan Langkah Hukum

Tanah Waqaf Masjid Asysyahadatain diklaim oleh seseorang usai dilakukan pengukuran oleh BPN Kabupaten Cirebon pada, Selasa 12/07. Dengan pengawalan beberapa anggota kepolisian, melalui proses pengukuran juga mendapatkan fakta adanya sertifikat ganda pada beberapa titik dilahan tanah waqaf masjid.

Atas persoalan tersebut, Habib Ali Ausath Bin Ismail Bin Yahya selaku Ketua Yayasan Jamaah Asysyahadatain Citemu saat ini sedang menyiapkan berbagai upaya melalu jalur hukum dan telah melayangkan surat keberatan kepada Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Cirebon. 

Ahmad Supriyono, kiri
Hal ini diungkapkan oleh Ahmad Supriyono, koordinator aksi bela tanah waqaf masjid kepada GEMPA, kamis 17/01 di Bima, Kota Cirebon.

"Abah (Habib Ali) akan menyiapkan langkah hukum, dan berencana menggelar aksi. Dalam waktu dekat, Abah akan melakukan musyawarah memanggil beberapa tokoh serta mengundang keterlibatan Jamaah yang memiliki kompetensi serta peduli akan hal ini. ungkap Ahmad

Dijumpai ditempat yang sama, Ketua DPD Jamaah Asysyahadatain Kota Cirebon, Wahidin siap membantu dan mengawal proses tersebut. Menurutnya, persoalan ini merupakan hal yang amat serius menyangkut kepentingan ummat, oleh karenanya ia menduga ada kepentingan besar dibalik masalah ini. Terlebih, banyak keganjilan dan kesalahan prosedur dalam proses pengukuran bahkan ditemukan adanya sertifikat ganda.

"Bukan sebagai show off tapi power presure, semua harus melek, yang dilukai bukan hanya jamaah, tapi melecehkan ummat islam. Masalah ini berpotensi akan banyak stakeholder yang terlibat, kita lawan dan berikan pemahaman serta penegasan kepada oknum - oknum untuk jangan pernah bermain main dengan tanah wakaf masjid." tegas Wahidin

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa dan Pelajar Asysyahadatain (GEMPA) Nanang Fatkhurohim menambahkan, pihaknya menunggu arahan selanjutnya dari para sesepuh dan siap mengawal masalah ini hingga selesai.

"Kami usahakan meminta kepada Habib Ali Ausath untuk audiensi terlebih dahulu, upayakan perlawanan melalui jalur hukum serta aksi (demo), jika memang diperlukan." tutup Nanang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar